LANGKAH-LANGKAH MENGGANTI POT TANAMAN ANGGREK

Saat tanaman anggrek dalam pot terus bertumbuh besar, kalian perlu melakukan pergantian pot dengan cepat agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu karena ukuran pot yang sudah tidak sesuai. Saat akar anggrek mulai keluar dari pot, itu artinya tanaman Anda membutuhkan pergantian pot. Anggrek merupakan salah satu tanaman yang cukup sensitive, namun jangan khawatir jika banyak akar yang keluar dari pot tandanya tanaman Anda dalam kondisi sehat dan subur.

Seperti yang kita ketahui, tanaman anggrek biasa hidup bertengger pada batang atau ranting pohon. Media tanam anggrek agak berbeda dengan tanaman lainnya. Siapkan kulit pohon cemara untuk campuran media tanam anggrek dengan gambut. Dengan kedua pilihan tersebut, sistem drainase akan terjaga dengan baik dan kantung udara juga tercukupi.

Setelah menyiapkan media tanam, biasanya masih kering dan perlu di rendam dulu agar terjaga kelembapannya. Caranya tuangkan air secukupnya pada media tanam dan biarkan terendam 1-2 jam. Jika sudah, lakukan penyaringan menggunakan saringan halus dan bersihkan media tanam dari debu yang menempel.

Pilihlah pot anggrek yang memiliki banyak lubang untuk udara masuk pada akar. Pilih pot yang berukuran lebih besar 1-2 inchi  dari pot yang akan diganti. Selanjutnya, waktu terbaik untuk memindahakan tanaman anggrek ke pot baru adalah setelah selesai penyiraman. Tarik anggrek secara perlahan dari pot dan longgarkan setiap akarnya dengan hati-hati. Lalu lakukan pemotongan pada akar yang sudah mati dan bilas akar anggrek secara pelan-pelan menggunakan air hangat. Segera simpan anggrek di pot baru lalu segera campurkan dengan campuran media tanam yang sudah disiapkan. Lakukan secara merata.

Terakhir, sementara simpan tanaman anggrek di tempat yang teduh atau di bawah naungan selama kurang lebih seminggu.

PERBANYAK TANAMAN SUKULEN DENGAN DAUN, BEGINI CARANYA.

Siapa pecinta tanaman sukulen ? Banyak cara yang bisa digunakan untuk memperbanyak tanaman sukulen kesukaan kalian. Ada cara yang paling mudah yakni menggunakan daun, Bagaimana caranya?

Perbanyak sukulen dengan daun merupakan salah cara yang paling mudah namun tidak semua daun akan berhasil, jadi sebaiknya Anda mencoba menggunakan setidaknya dua daun sekaligus.Waktu terbaik untuk mengambil daunnya adalah saat batang berkayu yang panjang di bagian bawah membentuk karena tidak memperoleh banyak cahaya sehingga tanaman akan berusaha tumbuh tinggi agar mendapatkan cahaya, ambilah daun di bagian paling bawah tanaman.

Pilih daun yang sehat sehingga kemungkinan keberhasilan perbanayak tanaman menjadi lebih baik. Ciri ciri daun sehat antara lain’ memiliki warna yang seragam, tidak robek, tidak memiliki bercak atau bitnik berwarna dan terlihat padar atau tebal. Petik secara perlahan menggunakan jari tangan yang bersih. Pegang daun bagian pangkal dengan lembut lalu putar dan goyangkan secara perlahan hingga daun terlepas. Jangan sampai pangkal daun rusak karena akan membuat perbanayakan tanaman menjadi gagal.

Selanjutnya, letakkan daun yang telah dipetik di atas handuk kering dan simpan di tempat yang hangat. Jangan biarkan daun sukulen terkena sinar matahari langsung. Diamkan daun 3-7 hari hingga terbentuk kalus pada bagian poangkal daun atau lukanya telah sembuh. Jika luka daun belum sembuh dan Anda biarkan menancap pada tanah maka akan segera busuk.

Kemudian, lap secara halus ujung pangkal daun dengan handuk yang lembab lalu celupkan bagian luka daun ke hormone pertumbuhan akar. Siapkan media tanam dan buat lubang kecil untuk menancapkan ujung daun ke lubang. Dan padatkan sekeliling daun. Lakukan penyiraman setiap hari dan simpan di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.

Biasanya dalam waktu 4 minggu akar kecil berwarna merah akan muncul dari daun tersebut, jika sudha terlihat lakukan penutupan akar atau potongan daun menggunakan tanah tipis supaya tidak terlalu kering.