PERAWATAN TANAMAN BEGONIA

Begonia memiliki beragam varietas, terlebih dengan begonia daun yang memiliki banyak pola mosaic dalam beberapa warna. Apa saja yang perlu diperhatikan saat merawat tanaman ini? Simak artikel berikut.

Penyiraman

Begonia merupakan salah satu tanaman yang memiliki batang besar penyimpan air. Maka dari itu, tanaman ini sangat sensitive pada kelembapan. Tanaman ini mudah menjadi klorosis atau berubahnya warna daun menjadi kuning karena penyiraman berlebih, dan aakan berujung busuk dan mati. Maka dari itu pastikan penyiraman sesuai dengan kebutuhannya. Cermati dahulu media tanam, jika sudah sangat kering baru boleh siram dan jika dalam kondisi lembab, tanaman ini mudah terkena jamur. Maka dari itu penting untuk mendapatka sinar matahari.

Pengobatan

Jika daun begonia menguning, berikan pupuk untuk meningkatkan nutrisi dan pindahkan ke tempat yang cerah atau terkena sinar matahari atau lebih hangat sehingga tanaman bisa beradaptasi kembali ke lingkungan yang lebih baik. Jika begonia Anda memiliki bercak jamur, segera buang daun yang sudah terinfeksi untuk mencegah penularan ke daun atau tanaman yang lain.

Pencegahan penyakit pada Begonia

Saat berkomitmen untuk merawat begonia, pastikan Anda menggunakan pot yang memiliki sistem drainase dengan baik, ringan dan mudah dikeringkan. Taruh tanaman begonia di tempat yang cerah dan sirkulasi udara yang baik, penting untuk mendapatkan sinar matahari agar menjaga suhu dan menjauhi dari kelembapan yang kurang disukai oleh tanaman ini.

POHON FLAMBOYAN DIKENAL MENAWAN

Pohon flamboyant dikenal menawan dan berasal dari Madagascar, Afrika. Pohon yang berukuran besar ini termasuk juga pohon rindang sehingga bisa juga berfungsi sebagai pohon peneduh. Bunganya biasa mekar saat musim semi dan panas. Pohon flamboyant sangat cocok tumbuh di Indonesia dengan iklim tropis. Jadi, setiap tahunnya pasti berkemekaran saat musim panas tiba.

Bagaimana cara menanam pohon ini ?

Jika berawal dari bijinya, harus merubah dulu menjadi kecambah. Karena biji pohon ini tertutup rapat dan besar sehingga jika langsung menanamnya maka kemungkinan tumbuh sangat kecil. Caranya antara lain: menggosokan biji flamboyant dengan amplas di semua sisi, setelah itu dilanjutkan dengan merendam dalam air selama satu malam. Selesai di rendam, seharusnya kulit biji akan mengelupas dengan sendirinya. Adapun cara kedua yakni dengan merendam biji menggunakan air hangat kurang lebih 24 jam. Setelah cara pertama selesai, lakukan penanaman langsung pada pot, jika berhasil biji tesebut akan tumbuh dalam waktu kurang lebih 4-7 hari.

Pohon flamboyant tidak akan tumbuh di saat musim dingin, maka sebaiknya kalian tanam di musim panas agar bisa beradptasi dnegan baik. Setiap tahun pohon ini akan tumbuh kurang lebih 5 meter. Jangan lupa melakukan perawatan pemangkasan agar menjaga keindahan pohon dan tidak berantakan. Sebaiknya pohon ini tidak di tanam berdekatan dengan bangunan , karena khawatir akar akan merusak bangunan. Dengan bentuk pohon yang besar dan rindang, biasanya tanaman ini juga dijadikan sebagai rumah pohon untuk tempat hiburan atau pariwisata.

Pohon flamboyant juga biasa dikenal dengan pohon api, karena bunganya berwarna merah keorenan dengan bentuk layaknya api yang sedang menyala. Maka dari itu, tanaman ini juga cocok untuk dijadikan tanaman hias pinggir jalan. Membuat jalanan Anda menjadi lebih berwarna.