MEDIA TANAM KHUSUS TAMAN KERING

Setiap media tanam disesuaikan dengan jensi tanaman dan kondisi lingkungannya. Media tanam tanah terdiri dari humus dan campuran pasir juga pupuk kandang. Di samping itu, ada juga jenis tanaman yang lebih cocok dengan campuran tanah dengan sekam atau sabut. Berbeda dengan tanaman jenis epifit yang menggunakan media tanam arang atau ditanam di pakis.    Berikut beberapa pilihan media tanam yang cocok untuk jenis taman kering:

Menempel di Batu

Batu juga bisa dimanfaatkan sebagai media tanam namun khusus tanaman dari jenis epifit seperti tanduk rusa, pakis, dan tillandsia. Pilihan tanaman untuk jenis media tanam ini emang sedikit. Namun, jika menggunakan dinding bebatuan, kalian bisa coba salah satu jenis tanaman di atas.

Menggantung di Kayu

Kayu dengan percabangan yang indah dari pohon yang mati bisa dimanfaatkan sebagai tempat menggantuk bunga anggrek atau tanaman paku-pakuan. Selain itu, tillandsia juga bisa digantung langsung karena makanan utamanya adalah udara.

Ditanam di Tanah

Tanamlah langsung tanaman ke tanah tanpa wadah atau pot. Dengan ini, kalian bisa mnutup media tanam tanah dengan bebatuan jadi seolah-olah tanaman tumbuh di bebatuan langsung. Jika bebatuan tidak mau cepat kotor karena tanah, kalian bisa lapiskan antara tanah dan bebatuan dengan kain geotextile non woven 150gr.

MENGAPA MEMILIH ATAP ROOFTOP?

Seperti yang kita tahu, salah satu solusi lahan terbatas di sebuah rumah adalah pemilihan untuk membangun rooftop. Selain ruang terbuka rooftop ini banyak manaaftnya, sebuah rooftop juga akhir-akhir ini membuat rumah menjadi lebih stylish. Model rooftop pun banyak pilihannya sesuai dengan luasan yang tersedia.

Alasan untuk memilih dan membangun rooftop adalah untuk menjadikannya alternative penambahan ruang terbuka di suatu rumah. Dari rooftop inilah kita bisa melihat lingkungan sekitarnya dan kesan rumah menjadi lebih modern dan menyenangkan. Di rooftop kalian bisa membuat ruangan hobi seperti billyard, boxing dan olahrga lainnya, selain itu kalian juga bisa membangun greenhouse atau lahan hidroponik untuk berkebun dan ini akan meningkatkan nilai properti. Kelebihan lain yang bisa dirasakan adalah untuk bersantai dan berkumpul bersama anggota keluarga dengan area yang lebih privasi.

Untuk kalian yang memilih membangun rooftop, perhatikan saat sebelum pembangunan bahwa kekuatan struktur atap rooftop merupakan hal yang sangat penting. Jadi, kapasitas bebas structural harus disesuaikan. Maka sebelum membangunnya, pastikan area rooftop sudah memiliki tujuan akan dibangun ruangan apa dan jika membang untuk landscape, pastika jenis taman yang diinginkan sehingga bisa disesuaikan jenis pohon, semak atau elemen hardscape nya.

Pembuangan air atau sistem drainase di rooftop juga harus diperhatikan. Sebaiknya jika membangun taman di area rooftop gunakan beberapa produk penunjang seperti STARCELL dan GEOTEXTILE NON WOVEN 150GR sehingga tingkat laju air di bawah tanah baik dna lancar, ini semua diigunakan untuk mencegah terjadinya genangan air di atap rooftop yang membuat lama-kelamaan atap bocor.

MANFAAT BATU KORAL DI RUMAH ANDA

Batu koral seringkali menjadi elemen hardscape terbaik unutk meningkatkan keindahan bangunan.Mulai dari bentuk, warna hingga model penempatan batu koral ini akan membawa nuansa alami dan menyejukan suasana di rumah Anda. Biasanya batu koral disandingkan dengan tanaman, aksen di dinding bahkan menjadi step stone da nisi akuarium. Yuk, sekarang kenali lebih dalam fungsi batu koral yang ada di sekeliling Anda.

Sebagai media resapan air

Batu koral bisa menjadi pilihan utama untuk membuat wadah resapan air hujan di sekitar rumah dengan sangat sederhana. Cukup taburkan batu koral tepat di area bawah atap rumah atau tempat air hujan jatuh dari saluran air atap rumah Anda, dengan batu koral di sana akan membantu air meresap ke tanah lebih cepat dan mudah. Selain itu, dengan adanya batu koral ini maka meminimalisir ternjadinya cipratan air dan tanah yang seringkali bikin dinding rumah kalian kotor.

Refleksi alami

Batu koral bisa di susun untuk kontur dan pijakan kaki. Konon, refleksi batu ini juga sudah dikenal masyarakat Indonesia. Siapkan sepetak lahan yang cukup untuk melakukan refleksi jalan kaki di sekitar rumah Anda. Pasang batu koral dengan memperhatikan bentuk batu yang tidak terlalu runcing sehingga aman untuk di pijak.

Meminimalisir area yang licin

Salah satu jenis batu koral sikat bisa di gabung dan di susun dengan rapi untuk lahan carport atau area berjalan tanpa takut licin. Batu jenis ini dikenal tidak mudah rusak dan kalian bisa atur pola batu sesuai yang diinginkan.

Membuat gabion atau pagar

Dengan menggunakan kawat bronjong dan di dalamnya diisi dengan bebatuan sehingga berbentuk dinding, hasilnya akan seperti pagar dan biasa disebut gabion. Ini merupakan salah satu alternative yang unik untuk membuat pagar yang sangat kuat dan kokoh. Daya tahannya pun cukup lama dan membuat rumah menjadi lebih indah.

KULIT PISANG SEBAGAI PUPUK TANAMAN

Kulit pisang ternyata memiliki kandungan yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Jadi, sehabis makan pisang sebaiknya kita manfaatkan kulit pisang untuk tanaman ya!

Pertama, Kulit pisang memiliki kandungan Kalium yang baik untuk menyuburkan tanaman. Kalium sebanyak 42% di dalam kulit pisang ini biasa dijadikan pupuk.

Kedua, tidak hanya Kalium, namun kulit pisang juga memiliki kandungan Potasium yang baik untuk menjaga kelembapan media tanam. Sehingga tanaman akan aman dari kekeringan.

Ketiga, kulit pisang juga mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan bunga dan buah pada tanaman.

Lantas, bagaimana cara kerja memanfaatkan kulit pisang?

Kalian bisa tanam kulit pisang di media tanam. Sipakan kulit pisang dan potong menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, keruk sedikit media tanam dan taburkan kulit pisang di dalamnya, lalu tutup lagi kulit pisang dengan media tanam.

Selain itu, kalian bisa mengubah kulit pisang menjadi pupuk cair yakni dengan cara: Potong beberapa kulit pisang dan masukan ke dalam botol atau toples. Lalu, isi air bersih setengah dari tinggi kulit pisang tersebut. Remas secara perlahan hingga kandungannya keluar dengan baik. Kemudian, tutup toples dan diamkan satu hari. Terakhir, siramkan air tersebut ke tanaman yang membutuhkan pupuk.

BEGINI CARA REPOTTING TANAMAN DENGAN BENAR

Repotting merupakan sebuah tindakan memindahkan tanaman dari pot lama ke pot baru. Biasanya tindakan ini dilakukan karena beberapa masalah, seperti akar keluar dari pot, daun menguning, tanaman membesar ataupun media tanam yang selalu lembab.Namun, tidak semua orang memahami cara repotting yang benar. Kali ini admin akan berbagi tips repotting tanaman dengan benar, bagaimana langkahnya?

Sebenarnya repotting ini tidak memerlukan waktu yang cukup banyak. Umumnya waktu yang digunakan yakni 15-20 menit saja. Pertama-tama siapkan pot yang sesuai atau dengan ukuran diameter 5 cm lebih vesar daripada pot lama. Kemudian, gunting tanaman, media tanam / tanah segar, dan kain alas.

Untuk tanaman lama yang masih ada dalam potnya, goyangkan sedikit demi sedikit pot nya dan jika akar sudah mulai ikut naik, ambil tanaman dengan hati-hati. Perhatikan bagian akar, jika ada yang mati atau kembek da berubah warna segera potong, dan sebaiknya di setiap pemotongan bersihkan gunting tanaman menggunakan alcohol.

Selanjutnya, Isi pot dengan media tanam segar sebanyak sepertiga penuh. Tempatkan tanaman di bagian tengah pot. Kemudian, isi pot kembali dengan media tanam segar khususnya padatkan tanah di bagian akar.

Lalu, terakhir siram tanaman secara perlahan dan menyeluruh. Pastikan air mengalir dengan lancar dari lubang drainase di bawah pot .